Sehari Usai Rakernas AFEB PTMA, APSEI PTMA Gelar Pengabdian Masyarakat Nasional untuk Pemberdayaan Lansia

Tangerang Selatan, 6 Agustus 2026 — Komitmen Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (AFEB PTMA) dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai program kolaboratif. Sehari setelah pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AFEB PTMA 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada 5 Agustus 2026, Asosiasi Program Studi Ekonomi Islam Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APSEI PTMA) melanjutkan rangkaian kegiatan dengan Pengabdian kepada Masyarakat Nasional.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di Sekolah Lansia PRA Cireundeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, mengangkat tema “Pendampingan Kewirausahaan Islami bagi Lansia Sekolah Mentari Ranting ‘Aisyiyah”. Kegiatan diikuti lebih dari 30 peserta lansia dan menjadi bagian dari implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, APSEI PTMA berupaya memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup lansia melalui penguatan motivasi, literasi keuangan, kesehatan serta kemandirian ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Dari Rakernas Menuju Aksi Nyata di Masyarakat

Pelaksanaan pengabdian masyarakat sehari setelah Rakernas AFEB PTMA menjadi momentum penting untuk menerjemahkan hasil pertemuan dan komitmen organisasi ke dalam aksi nyata. Jika Rakernas menjadi ruang konsolidasi, penguatan program, dan sinergi antar-Fakultas Ekonomi dan Bisnis PTMA, maka kegiatan pengabdian ini menjadi salah satu bentuk implementasi langsung kontribusi akademisi kepada masyarakat.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa penguatan ekonomi dan pendidikan di lingkungan PTMA tidak berhenti pada forum akademik dan organisasi, tetapi dilanjutkan melalui kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dalam sesi inti, peserta mengikuti diskusi dan pendampingan yang dipandu oleh akademisi dari berbagai PTMA. Narasumber yang terlibat antara lain Dr. Dimas Bagus Wiranatakusuma dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Amir Mukadar, M.E. dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Muh. Akbar, M.E. dari Universitas Muhammadiyah Palopo, Sri Wahyuni, M.E. dari Universitas Muhammadiyah Makassar, serta Dr. Hartutik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Kegiatan tersebut juga memperoleh dukungan dari para dosen berbagai PTMA, di antaranya Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Jakarta, Universitas Muhammadiyah Bekasi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Muhammadiyah Maluku, dan Universitas Muhammadiyah Lamongan.

Kehadiran akademisi dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan kuatnya semangat kolaborasi APSEI PTMA dalam memperluas dampak pengabdian sekaligus memperkuat peran PTMA dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan pendidikan, ekonomi, dan nilai-nilai keislaman.

Mendorong Lansia Tetap Sehat, Produktif dan Mandiri

Ketua Umum APSEI PTMA, Dr. Dimas Bagus Wiranatakusuma, S.E., M.Ec., menegaskan bahwa kelompok lansia memiliki pengalaman, pengetahuan, dan potensi yang tetap dapat dikembangkan.

“Usia lanjut bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan fase kehidupan yang tetap memiliki kesempatan untuk berkarya, berbagi pengalaman, dan memberikan inspirasi. Melalui pendampingan ini kami ingin menanamkan semangat bahwa lansia tetap dapat hidup sehat, mandiri, produktif, dan memiliki ketahanan finansial yang baik sesuai dengan nilai-nilai Islam,” ujar Dr. Dimas.

Para peserta mendapatkan materi mengenai kewirausahaan Islami, motivasi, literasi keuangan, serta penguatan kesehatan jiwa, fisik, dan finansial. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan lansia yang sehat, bahagia, mandiri, dan tetap memiliki peran produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.

Dalam aspek ekonomi, tim pengabdian memberikan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga, budaya menabung, pengendalian pengeluaran, serta pengenalan peluang usaha sederhana yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan lansia.

Nilai-nilai ṣidq (kejujuran), amanah, dan keberkahan juga menjadi landasan dalam membangun kewirausahaan Islami. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan ekonomi, tetapi juga membangun karakter usaha yang sesuai dengan prinsip ekonomi Islam.

Kenalkan Islamic Marketplace Halvora

Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah pengenalan Halvora, sebuah Islamic Marketplace yang dikembangkan sebagai media untuk memperluas syiar produk dan transaksi halal.

Pemanfaatan teknologi digital tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, termasuk lansia, untuk memperkenalkan dan memasarkan produk halal kepada masyarakat yang lebih luas. Pengenalan teknologi sekaligus menjadi upaya mendorong lansia agar tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme dalam mengikuti diskusi, menyampaikan pengalaman, serta berdialog dengan para narasumber.

Sinergi Kampus dan Masyarakat

Kegiatan tersebut turut dihadiri H. Mannan selaku Ketua RW dan Hj. Sofie selaku Kepala Sekolah Lansia PRA Cireundeu, bersama para dosen dari berbagai PTMA yang tergabung dalam APSEI PTMA.

H. Mannan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan pengabdian tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan kepada para lansia, tetapi juga mampu membangkitkan optimisme dan semangat untuk tetap aktif di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Ust. Dr. Adi Mansah selaku Ketua Panitia menyampaikan apresiasi kepada peserta dan pengelola Sekolah Lansia PRA Cireundeu.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta lansia yang mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias, serta kepada Ibu Hj. Sofie beserta seluruh pengelola Sekolah Lansia PRA Cireundeu yang telah menerima dan memfasilitasi program pengabdian masyarakat APSEI PTMA. Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak lansia yang memperoleh manfaat melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

AFEB PTMA Perkuat Kolaborasi dan Dampak Sosial

Rangkaian kegiatan Rakernas AFEB PTMA pada 5 Agustus 2026 yang kemudian dilanjutkan dengan Pengabdian Masyarakat Nasional APSEI PTMA pada 6 Agustus 2026 menjadi gambaran penting tentang arah pengembangan PTMA yang tidak hanya berorientasi pada penguatan kelembagaan dan akademik, tetapi juga pada peningkatan manfaat sosial.

Melalui sinergi AFEB PTMA dan APSEI PTMA, kolaborasi antarkampus diharapkan semakin kuat dalam melahirkan program pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Para peserta lansia juga berharap program pendampingan dapat dilanjutkan melalui pelatihan kewirausahaan, peningkatan literasi keuangan, pendampingan usaha, serta pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran produk.

Kegiatan di Sekolah Lansia PRA Cireundeu tersebut sekaligus menegaskan bahwa ekonomi Islam harus hadir tidak hanya dalam ruang akademik, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam, literasi keuangan, kewirausahaan, kesehatan, dan teknologi, APSEI PTMA bersama AFEB PTMA terus mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya.

Dari Rakernas menuju aksi nyata, AFEB PTMA dan APSEI PTMA terus memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan ekonomi Islam yang berkemajuan, inklusif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *